TULISAN PEREKONOMIAN INDONESIA
Perkembangan Industri di Indonesia
Disusun oleh :
Nama : Bryn Artha Patria
NPM : 28212399
Kelas : 1EB20
NPM : 28212399
Kelas : 1EB20
Fakultas Ekonomi - Akuntansi
Universitas Gunadarma
PERKEMBANGAN INDUTRI DI INDONESIA
PENDAHULUAN
Istilah industrialisasi secara
ekonomi diartikan sebagai kegiatan mengolah bahan mentah menjadi barang jadi
atau barang setengah jadi, dapat pula diartikan sebagai himpunan
perusahaan-perusahaan sejenis dimana kata industry dirangkai dengan kata yang
menerangkan jenis industrinya. Misalnya, industry obat-obatan, industry garmen,
industry perkayuan, dsb. Pertumbuhan industry secara tidak langsung sejalan
bahkan melebihi pertumbuhan ekonomi itu sendiri, kegiatan industrialisasi
substansinya merupakan suatu kegiatan ekonomi dalam tradable sector yang
mampu memberikan efek yang cukup signifikan terhadap peningkatan pendapatan
masyarakat, pertumbuhan ekonomi secara agregat dan sebagainya. Sektor industry
dengan sumber daya organisasinya yang begitu kompleks dan besar adalah salah
satu kelebihan yang dimiliki suatu sector dalam tatanan perekonomian dewasa
ini. Keberadaan suatu industry disebuah Negara memiliki peran penting guna
membuka celah yang begitu luas untuk kegiatan ekspansi usaha yang secara
langsung dapat membuka peluang investasi dunia dengan keterbukaan lapangan
pekerjaan yang lebih banyak dan berpotensi meningkatkan kesejahteraan
masyarakat secara nasional.
ISI
Setelah Indonesia merdeka, beberapa
usaha dilakukan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi di
Indonesia. Beberapa pusat penelitian yang telah adapun, sejak pemerintahan
kolonial masih ada dan terus dikembangkan, antara lain : Sekolah Tinggi Teknik
(THS) di Bandung, Sekolah pertanian (LHS) di Bogor, Sekolah Tinggi Hukum (RHS)
di Jakarta, dan lain-lain.
Sekolah-sekolah tersebut dibentuk
guna tujuan merumuskan, mengganti, mengarahkan, dan mengendalikan kegiatan
riset dan pengembangan IPTEK di Indonesia. Hal itu guna menunjang industri di
Indonesia.
Pengertian Industri di Indonesia
Industri adalah kegiatan ekonomi
yang mengolah bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi atau barang jadi
menjadi barang yang bermutu tinggi dalam penggunaannya, termasuk kegiatan
rancang bangun dan perekayasaan industri. Dengan demikian, industri merupakan
bagian dari proses produksi. Bahan-bahan industri diambil secara langsung
maupun tidak langsung, kemudian diolah, sehingga menghasilkan barang yang
bernilai lebih bagi masyarakat. Kegiatan proses produksi dalam industri itu disebut
dengan perindustrian.
Sebagai negara agraris, peranan
industri dalam perekonomian Indonesia dengan sejarah perkembangannya tidaklah
begitu amat berarti. Di zaman dahulu, kalaupun beberapa penduduk menggunakan
industri kerajinan sebagai salah satu mata pencaharian. Peranannya hanya
sekedar untuk tambahan penghasilan atau pekerjaan sambilan. Biasanya malah
lebih berupa kerajinan yang bertendensi artistik daripada kewiraswastaan; atau
lebih berupa aspek kerja budaya daripada komersial.
Jadi, hal itu sangat berbeda dari
saat ini atau masa sekarang. Pertanian justru tidak mendapat respek yang
mendalam, namun maufakturinglah yang diunggulkan. Padahal, kebutuhan akan bahan
pangan terus meningkat. Maka seharusnyalah kita tidak mengesampingkan peran pertanian
di Indonesia. Apalagi lahan di Indonesiapun terpampang luas di seluruh
Nusantara.
Pembagian Industri di Indonesia
Industri (perindustrian) di
Indonesia merupakan salah satu komponen perekonomian yang penting.
Perindustrian memungkinkan perekonomian kita berkembang pesat dan semakin baik,
sehingga membawa perubahan dalam struktur perekonomian nasional.
Perindustrian dapat dibagi menurut
jumlah tenaga kerja, tingkat produksi dan jenis kegiatannya.
Penggolongan industri menurut jumlah tenaga kerja
(a) Industri
kecil : industri yang menggunakan tenaga kerja kurang dari 10 orang, misalnya
industri rumah tangga.
(b) Industri
menengah : industri yang menggunakan tenaga kerja antara 10 – 50 orang. Modal
usahanya sudah besar, misalnya dalam bentuk CV dan PT.
(c) Industri
besar : industri yang menggunakan lebih dari 50 orang, dan antara pemimpin
perusahaan dan karyawannya tidak saling mengenal. Modal usaha jauh lebih besar
dan penjualan hasil produksinyapun lebih luas.
Penggolongan industri menurut tingkat produksi
(a) Industri
berat : penggunaan mesin untuk produksi alat-alat berat.
(b) Industri
ringan : Penggunaan mesin untuk memproduksi barang jadi.
(c) Industri
dasar : Industri yang menggunakan mesin-mesin untuk memproduksi bahan baku atau
bahan pendukung bagi indutri lainnya.
(d) Industri
rumah tangga :Industri yang menghasilkan kerajinan tangan.
Penggolongan industri menurut jenis kegiatannya.
(a) Aneka
industry : Industri yang menghasilkan macam-macam barang keperluan masyarakat.
(b) Industri
logam dasar : Mengolah logam dan produksi dasar.
(c) Industri
kimia dasar : Mengolah bahan mentah menjadi bahan baku.
(d) Industri
kecil :Industri dengan jumlah tenaga kerja dan modal sedikit dengan teknologi
sederhana.
Perkembangan dan Penerapan Industri di Indonesia
Perkembangan industri melibatkan
berbagai penemuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Di Indonesia, kegiatan
pembangunan ditunjang oleh tumbuhnya berbagai jenis industri dengan berbagai
jenis kegiatan
Aneka
Industri
Bidang ini mempunyai peranan yang
cukup besar dalam pembangunan industri secara keseluruhan, yakni dapat menjadi
penghubung antara industri hulu dan industri hilir. Industri hulu adalah
industri yang memproduksi bahan baku dan bahan penolong untuk keperluan
industri lainnya. Contohnya : industri besi, baja, pemintalan, dan lain-lain.
Sedangkan industri hilir adalah industri yang memakai bahan dasar dari hasil
industri hulu untuk memproduksi baran yang siap dipakai konsumen.
Di Indonesia, aneka industri
memanfaatkan teknologi yang lebih sederhana dan memperluas kesempatan kerja,
sehingga disini dapat menyerap tenaga kerja. Jadi, dengan aneka industri,
pembangunan Indonesia dapat maju bahkan berghasil memproduksi barang ekspor.
Industri Logam Dasar
Perkembangan industri ini berkembang
pesat. Kenyataan ini menyebabkan industri dasar mempunyai peran yang cukup
besar dalam proses industrialisasi.
Industri Non Manufakturing
Industri-industri yang bergerak di
bidang ini ialah industri pariwisata, industri pertambangan dan penggalian,
serta pertanian, kehutanan, dan lain-lain. Dalam hal ini, berarti
industri-industri seperti itu juga akan mampu memberikan kontribusi bagi devisa
negara. Karena hasilnya pun dapat dijadikan sebagai komoditi ekspor. Oleh
karenanya, industri ini menjadi sangat penting, bahkan memiliki peranan yang
sangat berarti bagi perekonomian negara. Namun, banyak negara juga tidak
memiliki potensi ini. Di Indonesia pertambangan dan pertanian menjadi sub
terpenting mengingat mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai petani
(negara agraris). Itulah yang menyebabkan industri di Indonesia semakin
beragam.
Industrialisasi dan Perekonomian di Indonesia
Sekarang ini, banyak negara-negara
di dunia terus berupaya untuk menumbuhkan ekonominya. Langkah yang diambil
yaitu dalam masalah industri. Industri memang menjadi faktor fenomenal untuk
menunjang perdagangan. Mereka saling bersaing untuk mendapatkan tempat di pasar
global. Karena di dalam pasar global itu sendiri terjadi perdagangan bebas dari
dan tentang suatu negara. Salah satu hal yang mendukung ialah sektor
industrialisasi.
Globalisasi dirasa lebih
menguntungkan negara-negara maju. Karena di negara-negara majulah berbaai
bidang termasuk industri mengalami kemajuan, berbeda dengan di negara
berkembang. Mungkin dari segi kualitas dan kuantitas hasil produksinya saja
jauh lebih baik dari negara maju. Menurut Robert Hutton, ia mengatakan industri
adalah bagian terpenting bagi perekonomian di Eropa. Jepang misalnya, produksi
otomotif dan elektroniknya mampu menembus pasaran dunia, begitu juga Korea dan
Cina. Mereka berkembang menjadi negara industri.
Dalam perkembangan selanjutnya,
negara-negara berkembang mulai mengikutsertakan diri dalam aspek tersebut.
Tidak hanya ekonomi yang dibangun dari sektor non industri, tapi mereka telah
jauh melangkah mengupayakan terciptanya industri yang fleksibel. Dalam arti
mampu meningkatkan daya saing di pasaran. Sehingga negara berkembang pun tidak
dengan mudah mengikuti arus global saja. Namun, mereka mampu berkompetisi
dengan baik.
Lalu bagaimana bangsa kita dalam
merespon hal tersebut. Apakah bangsa Indonesia juga telah mempersiapkan dengan
matang segala sesuatu yang berkenaan dengan perekonomian bangsa? Bila kita
melihat di masa Orde Baru terjadi krisis ekonomi berkepanjangan, bahkan
rentetannya sampai pada krisis multidimesional. Sehingga krisis ini mampu
menjadikan ekonomi bangsa tidak stabil. Sebenarnya itu adalah masalah yang
perlu dibahas dan dicari solusinya.
Saat ini adalah masa-masa sulit bagi
bangsa kita untuk melepaskan dari keterpurukan ekonomi. Globalisasi semakin
membuka kebebasan negara asing dalam memperluas jangkauan ekonominya di
Indonesia, sehingga bila bangsa kita tidak tanggap dan merespon positif, maka
justru akan memperparah situasi ekonomi dan industri dalam negeri.
Sejauh ini pengembangan sektor
industri makin marak, itu sebenarnya tuntutan globalisasi itu sendiri. Di
Indonesia, kota-kota industri mulai berkembang dan menghasilkan barang-barang
produksi yang bermutu. Namun, ada banyak industri pula di Indonesia yang
sebagian sahamnya adalah ahasil investasi asing, bahkan ada juga perusahaan dan
industri yang secara mutlak berdiri dan beroperasi di Indonesia. Mereka
(investor), hanya akan menuai keuntungan dari modal yang ditanamkan. Sehingga,
disini dijelaskan bahwa yang menjalankan dan pengelolaan industri itu ditangani
pihak pribumi, mengapa bisa demikian? Karena bila melihat dari sudut pandang terhadap
keuangan negara atau swasta dalam negeri lemah, yaitu dalam arti kekurangan
biaya pengembangan untuk industri (defisit).
Sebagai contoh saja, industri
otomotif sepertai Astra, Indomobil, New Armada. Pada dasarnya
perusahaan-perusahaan itu hanya merakit dan kemudian menjualnya ke masyarakat.
Berarti hal itu dapat dikatakan bukan hasil karya anak negeri, melainkan modal
asing yang ada di Indonesia.
Untuk itulah, seharusnya bangsa ini
lebih dalam untuk meningkatkan sumber daya manusianya. Dengan demikian dapat
disimpulkan ilmu pengetahuan dan teknologi ialah sarana dalam mengembangkan SDM
termasuk menumbuhkembangkan industrialisasi dan menjalankan perekonomian bangsa
dengan baik.
Akibat Revolusi Industri
Revolusi
Industri mengubah Inggris menjadi negara industri yang maju dan modern. Di
Inggris muncul pusat-pusat industri, seperti Lancashire, Manchester, Liverpool, dan Birmingham. Seperti halnya revolusi yang lain,
Revolusi Industri juga membawa akibat yang lebih luas dalam bidang ekonomi,
sosial dan politik, baik di negeri Inggris sendiri maupun di negara-negara
lain.
Akibat di bidang ekonomi
- Barang melimpah dan harga murah
Revolusi Industri
telah menimbulkan usaha industri dan pabrik secara besar-besaran dengan proses
mekanisasi. Dengan demikian, dalam waktu singkat dapat menghasilkan
barang-barang yang melimpah. Produk barang menjadi berlipat ganda sehingga
dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang lebih luas. Akibat pembuatan barang
menjadi cepat, mudah, serta dalam jumlah yang banyak sehingga harga menjadi
lebih murah.
- Perusahaan Kecil Gulung Tikar
Dengan
penggunaan mesin-mesin maka biaya produksi menjadi relatif kecil sehingga harga
barang-barang pun relatif lebih murah. Hal ini membawa akibat perusahaan
tradisional terancam dan gulung tikar karena tidak mampu bersaing.
- Perdagangan makin Berkembang
Berkat
peralatan perhubungan yang modern, cepat dan murah, produksi lokal berubah menjadi
produksi internasional. Pelayaran dan perdagangan internasional makin
berkembang pesat.
- Transportasi makin Lancar
Adanya
penemuan di berbagai sarana dan prasarana transportasi makin sempurna dan
lancar. Dengan demikian, dinamika kehidupan masyarakat makin meningkat.
Akibat di bidang sosial
- Berkembangnya urbanisasi
Berkembangnya
industrialisasi telah menimbulkan kota-kota dan pusat-pusat keramaian yang
baru. Oleh karena kota dengan kegiatan industrinya tampaknya menjanjikan kehidupan
yang lebih layak maka banyak petani desa pergi ke kota untuk mendapatkan
pekerjaan. Hal ini mengakibatkan terabaikannya usaha kegiatan pertanian.
- Upah buruh rendah
Akibat makin
meningkatnya arus urbanisasi ke kota-kota
industri maka jumlah tenaga makin melimpah. Sementara itu, pabrik-pabrik banyak
yang menggunakan tenaga mesin. Dengan demikian, upah tenaga kerja menjadi
murah. Selain itu, jaminan sosial pun kurang sehingga kehidupan mereka menjadi
susah. Bahkan, para pengusaha banyak memilih tenaga buruh wanita dan anak-anak
yang upahnya lebih murah.
- Munculnya golongan pengusaha dan golongan buruh
Di dalam
kegiatan industrialisasi dikenal adanya kelompok pekerja (buruh) dan kelompok
pengusaha (majikan) yang memiliki industri atau pabrik. Dengan demikian, dalam
masyarakat timbul golongan baru, yakni golongan pengusaha (kaum kapitalis) yang
hidup penuh kemewahan dan golongan buruh yang hidup dalam kemiskinan.
- Adanya kesenjangan antara majikan dan buruh
Dengan
munculnya golongan pengusaha yang hidup mewah dan satu pihak, sedangkan di
pihak lain adanya golongan buruh yang hidup menderita, menimbulkan kesenjangan
antara majikan dan buruh. Kondisi seperti ini, sering menimbulkan ketegangan-ketegangan
yang diikuti dengan pemogokan kerja untuk menuntut perbaikan nasib. Hal ini
menimbulkan kebencian terhadap sistem ekonomi kapitalis, sehingga kaum buruh
condong kepada paham sosialis.
- Munculnya revolusi sosial
Pada tahun
1820-an terjadi huru hara yang ditimbulkan oleh penduduk kota yang miskin
dengan didukung oleh kaum buruh. Gerakan sosial ini menuntut adanya perbaikan
nasib rakyat dan buruh. Akibatnya, pemerintah mengeluarkan undang-undang yang
menjamin perbaikan nasib kaum buruh dan orang miskin. Undang-undang tersebut,
antara lain sebagai berikut:
- Tahun 1832 dikeluarkan Reform Bill atau Undang-Undang Pembaharuan Pemilihan. Menurut undang-undang ini, kaum buruh mendapatkan hak-hak perwakilan dalam parlemen.
- Tahun 1833 dikeluarkan Factory Act atau Undang-Undang Pabrik. Menurut undang-undang ini, kaum buruh mendapatkan jaminan sosial. Di samping itu, undang-undang juga berisi larangan pengunaan tenaga kerja kanak-kanak dan wanita di daerah tambang di bawah tanah.
- Tahun 1834 dikeluarkan Poor Law Act atau Undang-Undang Fakir Miskin. Oleh karena itu, didirikan pusat-pusat penampungan dan perawatan para fakir miskin sehingga tidak berkeliaran.
- Makin kuatnya sifat individualisme dan menipisnya rasa solidaritas. Dengan adanya Revolusi Industri sifat individualitas makin kuat karena terpengaruh oleh sistem ekonomi industri yang serba uang. Sebaliknya, makin menipisnya rasa solidaritas dan kekeluargaan.
Akibat di bidang politik
- Munculnya gerakan sosialis
Kaum buruh yang
diperlakukan tidak adil oleh kaum pengusaha mulai bergerak menyusun kekuatan
untuk memperbaiki nasib mereka. Mereka kemudian membentuk organisasi yang lazim
disebut gerakan sosialis. Gerakan sosialis dimotivasi oleh pemikiran Thomas
Marus yang menulis buku Otopia. Tokoh yang paling populer di dalam
pemikiran dan penggerak paham sosialis adalah Karl Marx dengan bukunya Das Kapital.
- Munculnya partai politik
Dalam upaya
memperjuangkan nasibnya maka kaum buruh terus menggalang persatuan. Apalagi
dengan makin kuatnya kedudukan kaum buruh di parlemen mendorong dibentuknya
suatu wadah perjuangan politik, yakni Labour Party (Partai Buruh). Partai ini berhaluan sosialis. Di
pihak pengusaha mengabungkan diri ke dalam Partai Liberal.
- Munculnya imperialisme modern
Kaum
pengusaha/kapitalis umumnya mempunyai pengaruh yang kuat dalam pemerintahan
untuk melakukan imperialisme demi kelangsungan industrialisasinya. Dengan demikian,
lahirlah imperialisme modern, yaitu perluasan daerah-daerah sebagai tempat
pemasaran hasil industri, mencari bahan mentah, penanaman modal yang surplus,
dan tempat mendapatkan tenaga buruh yang murah. Dalam hal ini Inggris-lah yang
menjadi pelopornya.
PENUTUP
Pengaruh atau dampak perkembangan
industri sangat besar sekali terhadap perkembangan perekonomian Indonesia.
Industri memegang peranan yang menentukan dalam perkembangan perekonomian
sehingga benar-benar perlu didukung dan diupayakan perkembangannya.
Upaya pemerintah dalam meningkatkan
perindustrian di Indonesia dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu dari segi
regulasi yang dilakukan dengan memperbarui Undang-Undang Perindustrian yang
sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan, dan dari segi birokrasi yang dapat
dilakukan dengan cara meningkatkan kualitas SDM dan mempermudah pengurusan ijin
usaha.
Daftar Pustaka :


Tidak ada komentar:
Posting Komentar